Kota kota Tertua Didunia Masih Dihuni Sebagian Besar Berada Di Wilayah Timur Tengah menggambarkan pola sejarah yang memang terlihat pada sejumlah pusat permukiman kuno di kawasan Levant dan sekitarnya. Jericho, Byblos, Damaskus, dan Aleppo memiliki jejak hunian yang mencapai ribuan tahun serta tetap memiliki masyarakat modern hingga sekarang. Namun, para ahli tidak menetapkan satu daftar mutlak mengenai kota tertua karena mereka dapat memakai ukuran berbeda, seperti usia permukiman pertama, kesinambungan hunian, pembentukan kota, atau keberadaan pemerintahan. Karena itu, pembahasan kota tertua perlu menggabungkan bukti arkeologi, catatan sejarah, dan perkembangan geografis setiap wilayah. (UNESCO World Heritage Centre)
Ringkasan : Kota kota Tertua Didunia
- Jericho memiliki bukti permukiman permanen sejak milenium ke-9 hingga ke-8 sebelum Masehi di Tell es-Sultan. (UNESCO World Heritage Centre)
- UNESCO mencatat Byblos di Lebanon terus dihuni sejak zaman Neolitikum. (UNESCO World Heritage Centre)
- Damaskus, Aleppo, dan sejumlah kota Levant berkembang pada jalur perdagangan penting yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Mediterania. (UNESCO World Heritage Centre)
Kota kota Tertua Didunia Masih Dihuni Sebagian Besar Berada Di Wilayah Timur Tengah
Wilayah Timur Tengah memiliki kondisi geografis yang mendukung lahirnya banyak permukiman awal. Masyarakat kuno mencari sumber air, tanah subur, jalur perdagangan, dan lokasi yang memberikan akses ke wilayah lain.
Kawasan Levant memenuhi banyak kebutuhan tersebut. Lembah Sungai Yordan, pesisir Mediterania, oasis, dan persimpangan jalur darat membantu masyarakat membangun permukiman yang kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan.
Namun, istilah “masih dihuni” membutuhkan penjelasan. Para arkeolog dapat menemukan lapisan permukiman yang menunjukkan aktivitas manusia selama ribuan tahun, tetapi beberapa kota mengalami perang, penghancuran, perpindahan pusat hunian, atau perubahan struktur kota.
Karena itu, para sejarawan lebih aman menggunakan istilah salah satu kota tertua yang terus dihuni daripada menetapkan satu kota sebagai pemenang mutlak. UNESCO juga menggunakan pendekatan serupa ketika menjelaskan Byblos dan Damaskus. (UNESCO World Heritage Centre)
Kota kota Tertua Didunia Jericho Menyimpan Jejak Permukiman Sangat Awal
Jericho menjadi salah satu kandidat terkuat ketika orang membahas kota tertua di dunia. Situs Ancient Jericho atau Tell es-Sultan berada di Lembah Yordan, Palestina, tidak jauh dari kota Jericho modern. (UNESCO World Heritage Centre)
UNESCO mencatat masyarakat telah membangun permukiman permanen yang cukup besar di kawasan tersebut pada milenium ke-9 hingga ke-8 sebelum Masehi. Penduduk membangun tembok, parit, dan menara yang menunjukkan organisasi masyarakat yang sudah berkembang. (UNESCO World Heritage Centre)
Sumber mata air permanen membantu masyarakat mempertahankan kehidupan di kawasan tersebut. Tanah subur di oasis Jericho juga mendukung perubahan dari pola hidup berpindah menuju komunitas yang lebih menetap.
NASA menyebut Jericho secara umum sering mendapat julukan “kota tertua di dunia”. Namun, julukan tersebut tetap membutuhkan konteks karena situs arkeologi kuno dan kota modern tidak selalu menempati batas ruang yang identik. (NASA Science)
Lapisan arkeologi Tell es-Sultan bahkan menunjukkan banyak fase hunian. UNESCO mencatat stratigrafinya memperlihatkan 29 fase pendudukan yang membantu peneliti membaca perubahan masyarakat selama periode yang sangat panjang. (UNESCO World Heritage Centre)
Byblos Menjaga Kehidupan Kota sejak Zaman Neolitikum
Byblos di Lebanon memiliki bukti yang sangat kuat dalam pembahasan kota tua yang terus dihuni. UNESCO secara langsung menyatakan bahwa masyarakat terus menghuni Byblos sejak zaman Neolitikum. (UNESCO World Heritage Centre)
Kota ini berdiri di pesisir sekitar 40 kilometer di utara Beirut. Posisi tersebut memberi Byblos akses langsung menuju jaringan perdagangan Mediterania dan membantu kota berkembang menjadi salah satu pusat penting peradaban Fenisia. (UNESCO World Heritage Centre)
Masyarakat dari berbagai periode meninggalkan bangunan dan lapisan sejarah di kota ini. UNESCO mencatat situs Byblos menampilkan struktur dari masa Neolitikum, Fenisia, Romawi, hingga kota abad pertengahan. (UNESCO World Heritage Centre)
Byblos juga memiliki hubungan kuat dengan sejarah alfabet Fenisia. Peradaban Fenisia memainkan peran besar dalam penyebaran sistem tulisan yang kemudian memengaruhi perkembangan alfabet di kawasan Mediterania.
Keberadaan pelabuhan semakin memperkuat perkembangan kota. Pedagang dapat membawa kayu, barang kerajinan, hasil pertanian, dan berbagai komoditas melalui jalur laut.
Karena itu, Byblos memperlihatkan bagaimana lokasi geografis dapat membantu sebuah permukiman mempertahankan relevansinya selama ribuan tahun.
Damaskus Berkembang sebagai Kota di Persimpangan Peradaban
Damaskus di Suriah juga masuk kelompok kota tertua yang masih dihuni. UNESCO menyebut kota ini sebagai salah satu kota tertua di Timur Tengah dan menempatkan pendirian kota pada milenium ketiga sebelum Masehi. (UNESCO World Heritage Centre)
Jejak hunian di sekitar Damaskus bahkan jauh lebih tua. UNESCO mencatat penggalian Tell Ramad di pinggiran kota menunjukkan aktivitas manusia sejak sekitar 8.000 hingga 10.000 sebelum Masehi. (UNESCO World Heritage Centre)
Geografi membantu Damaskus berkembang. Kota ini berada pada persimpangan jalur antara Asia dan Afrika serta menghubungkan kawasan pedalaman dengan dunia Mediterania. (UNESCO World Heritage Centre)
Sumber air dari kawasan Sungai Barada dan oasis di sekitarnya juga membantu masyarakat mempertahankan kehidupan di wilayah yang memiliki iklim relatif kering. Kondisi tersebut memberi Damaskus nilai strategis untuk pertanian, perdagangan, dan pemerintahan.
Berbagai kekuasaan kemudian membentuk kota ini sepanjang sejarah. Tradisi Aram, Romawi, Bizantium, Islam, dan periode berikutnya meninggalkan jejak pada tata kota serta bangunan bersejarahnya.
UNESCO mencatat kota tua Damaskus memiliki sekitar 125 monumen dari berbagai masa. Masjid Umayyah menjadi salah satu bangunan paling terkenal yang mencerminkan sejarah panjang kota tersebut. (UNESCO World Heritage Centre)
Aleppo Tumbuh di Jalur Perdagangan Besar
Aleppo menjadi contoh lain dari kota kuno di Suriah yang mempertahankan identitas urban selama periode panjang. UNESCO menempatkan kota ini pada persimpangan sejumlah jalur perdagangan sejak milenium kedua sebelum Masehi. (UNESCO World Heritage Centre)
Lokasi tersebut membawa berbagai kekuatan politik dan budaya ke Aleppo. Bangsa Het, Asyur, Akkadia, Yunani, Romawi, Umayyah, Ayyubiyah, Mamluk, dan Ottoman pernah memengaruhi kota tersebut. (UNESCO World Heritage Centre)
Perdagangan membentuk karakter urban Aleppo. Kota mengembangkan pasar, tempat penginapan pedagang, pemandian, masjid, madrasah, dan benteng sebagai bagian dari kehidupan ekonomi serta sosialnya.
Benteng Aleppo menjadi salah satu struktur paling terkenal. Kota tua juga memiliki jaringan bangunan historis yang memperlihatkan perkembangan arsitektur selama beberapa abad. (UNESCO World Heritage Centre)
Namun, konflik modern menimbulkan kerusakan serius pada warisan kota. UNESCO memasukkan Ancient City of Aleppo ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya sejak 2013 karena ancaman terhadap situs bersejarahnya. (UNESCO World Heritage Centre)
Meski menghadapi kerusakan, Aleppo tetap menjadi kota berpenghuni. Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana sejarah kota dapat terus berjalan meskipun masyarakat menghadapi perubahan politik dan konflik besar.
Kota kota Tertua Didunia Timur Tengah Bukan Satu-Satunya Kota Tua
Judul menekankan banyak kota tua yang masih dihuni berada di Timur Tengah, tetapi kawasan lain juga memiliki pusat urban dengan sejarah panjang. Karena itu, pembaca tidak sebaiknya memahami Timur Tengah sebagai satu-satunya tempat yang mempertahankan kota kuno.
Kota-kota di wilayah Mediterania, Afrika Utara, Asia Selatan, Asia Timur, dan Eropa juga mempunyai sejarah permukiman yang panjang. Namun, kawasan Levant memang menonjol karena banyak situsnya berkembang sangat awal pada masa munculnya pertanian, perdagangan, dan kehidupan menetap.
Faktor geografis membantu menjelaskan pola tersebut. Wilayah Bulan Sabit Subur menyediakan sumber air dan lahan yang mendukung pertanian sejak masa awal kehidupan menetap.
Pesisir Mediterania kemudian membuka hubungan maritim. Jalur darat menghubungkan Mesopotamia, Anatolia, Mesir, dan Jazirah Arab sehingga kota di tengah jaringan tersebut memperoleh keuntungan perdagangan.
Jericho memperoleh dukungan oasis dan mata air. Byblos menggunakan pelabuhan Mediterania, sedangkan Damaskus dan Aleppo berkembang pada jalur perdagangan darat. (UNESCO World Heritage Centre)
Dengan demikian, masyarakat kuno tidak memilih lokasi secara acak. Geografi membantu menentukan tempat yang mampu mendukung penduduk sekaligus mempertahankan hubungan ekonomi dengan wilayah lain.
Kota kota Tertua Didunia Gelar Sulit Ditentukan
Para peneliti menghadapi beberapa persoalan ketika menentukan kota tertua di dunia. Mereka harus menentukan terlebih dahulu arti kata “kota”.
Sebuah permukiman dapat memiliki usia sangat tua tetapi belum memiliki ciri perkotaan pada fase awalnya. Sebaliknya, kota lain mungkin memiliki pembentukan urban lebih muda tetapi menunjukkan kesinambungan hunian yang lebih jelas.
Peneliti juga perlu menentukan arti “terus dihuni”. Perang, bencana, perubahan sungai, migrasi, dan perpindahan pusat kota dapat menciptakan jeda atau perubahan pola hunian.
Jericho menunjukkan kompleksitas tersebut karena Tell es-Sultan merupakan situs arkeologi yang berada di dekat kota modern. UNESCO menilai lapisan situs tersebut sebagai bukti perkembangan permukiman permanen dan urbanisme awal, tetapi kajian mengenai kesinambungannya tetap memerlukan pembacaan arkeologi yang rinci. (UNESCO World Heritage Centre)
Sementara itu, lembaga tersebut menyatakan secara langsung bahwa masyarakat terus menghuni Byblos sejak periode Neolitikum. Sementara itu, lembaga tersebut menyebut Damaskus sebagai salah satu kota yang masyarakat huni secara terus-menerus paling lama di dunia. (UNESCO World Heritage Centre)
Karena itu, daftar kota tertua sebaiknya menampilkan beberapa kandidat dan menjelaskan dasar penilaiannya daripada memaksakan satu urutan mutlak.
Kesimpulan tentang Kota-Kota Tua yang Masih Masyarakat Huni hingga Kini
Masyarakat Masih Menghuni Sebagian Besar Kota Tertua di Dunia yang Berada di Wilayah Timur Tengah memiliki dasar kuat ketika pembahasan berfokus pada Jericho, Byblos, Damaskus, Aleppo, dan pusat kuno lain di kawasan Levant. Jericho menunjukkan permukiman permanen sejak milenium ke-9 hingga ke-8 sebelum Masehi, sedangkan UNESCO mencatat Byblos terus dihuni sejak zaman Neolitikum. (UNESCO World Heritage Centre) Damaskus dan Aleppo kemudian berkembang melalui posisi strategis pada jalur perdagangan besar. (UNESCO World Heritage Centre) Namun, gelar “kota tertua” tetap bergantung pada definisi yang digunakan. Pada akhirnya, bukti arkeologi dan kondisi geografis menjelaskan mengapa banyak kota kuno Timur Tengah mampu mempertahankan kehidupan perkotaan selama ribuan tahun.
Baca juga : Kota Tertua Di Indonesia
FAQ
1. Kota mana yang paling sering orang sebut sebagai kota tertua di dunia?
Jericho sering mendapat sebutan tersebut karena Tell es-Sultan memiliki bukti permukiman permanen sejak milenium ke-9 hingga ke-8 sebelum Masehi. Namun, para peneliti tetap memperdebatkan kriteria “kota tertua”. (UNESCO World Heritage Centre)
2. Apakah masyarakat masih menghuni kota kuno Byblos hingga saat ini?
Ya. UNESCO menyatakan masyarakat terus menghuni Byblos sejak zaman Neolitikum, sehingga kota ini menjadi salah satu contoh terkuat kota tua dengan kesinambungan hunian. (UNESCO World Heritage Centre)
3. Mengapa Damaskus termasuk kota tertua?
Damaskus memiliki sejarah perkotaan sejak milenium ketiga sebelum Masehi, sementara situs di pinggirannya menunjukkan hunian manusia yang jauh lebih tua. (UNESCO World Heritage Centre)
4. Apakah masyarakat masih menghuni Aleppo sebagai salah satu kota kuno hingga saat ini?
Ya. Aleppo memiliki sejarah urban yang panjang dan berkembang pada persimpangan jalur perdagangan sejak milenium kedua sebelum Masehi. (UNESCO World Heritage Centre)
5. Mengapa banyak kota tua berada di Timur Tengah?
Sumber air, lahan subur, jalur perdagangan darat, serta akses menuju Mediterania membantu masyarakat membangun dan mempertahankan banyak permukiman di kawasan tersebut. (UNESCO World Heritage Centre)
6. Apakah semua daftar kota tertua memiliki urutan yang sama?
Tidak. Setiap daftar dapat memakai kriteria berbeda, seperti umur permukiman, pembentukan kota, atau kesinambungan hunian.
7. Apakah UNESCO menetapkan satu kota sebagai kota tertua di dunia?
UNESCO tidak membuat peringkat tunggal yang menetapkan satu pemenang mutlak. Lembaga tersebut memasukkan sejumlah kota, seperti Byblos dan Damaskus, ke dalam kelompok kota tertua yang terus dihuni. (UNESCO World Heritage Centre)